Kembali ke Surga

Manusia asal muasalnya dari surga. Lantas, mengapa kita memilih jalan non-surgawi ketika kita berada di tempat persinggahan yang amat singkat ini? Dengan rambu-rambu yang Allah telah beri, dan seorang pemberi peringatan sebagai penunjuk jalan, mengapa tidak kita ikuti saja buku panduan-Nya? Seperti itulah, manusia hanya tinggal istiqomah dan bersabar dalam mengabdi kepada-Nya. Sekali lagi, apakah kita tidak merindu pada rumah yang dimana muasal manusia diciptakan-Nya? Mengapa kita tidak rindu pada malaikat yang berucap ‘Semoga keselamatan untukmu, wahai orang-orang yang sabar dan beristiqomah’ ketika menyambut kita pulang ke rumah? Semoga Allah tetapkan kita kembali ke rumah.

— Sebuah tamparan di sela-sela khutbah Jumat siang ini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s