Di Penghujung September

Hari ketiga puluh di bulan sembilan.

Tepat satu bulan sudah aku didaulat menjadi wisudawan, mantan mahasiswa Universitas Indonesia. Waktu ini cepat sekali pergi. Sebulan yang lalu aku mengajak ayah, ibu, dan adik untuk menghadiri hari bersejarahku. Melepas hari-hari terakhir menjejaki kampus kuning bersama mereka, meski ini hal baru bagi ketiganya. Sebab baru satu-dua kali menjejaki tanah perjuangan. Dan kini, aku membersamainya lagi.

Tepat sebulan lalu, aku didaulat menjadi alumni Universitas Indonesia. Bersama ribuan wisudawan lainnya, berdiri tegak menyanyikan lagu-lagu kelulusan, pun dengan mereka, empat puluhan mahasiswa sejurusan lainnya. Sebulan lalu, aku masih sempat memandangi semuanya, rupa-rupa wajah yang berserian, cantik sekali, bahkan sampai-sampai tak bisa mengenali wajahnya, teman-teman perempuan sejurusanku. Dan, saat itu juga masih sempat aku berfoto, mengabadikan momen yang tak mudah dilupakan bersama mereka, sekedar ngobrol ngalor-ngidul. Dan kini, aku tak bisa nongkrong, ngobrol-ngobrol asik lagi.

Satu september, hari dimana aku terakhir kali menemaninya menjelajah kota hujan. Ah, meski sudah beberapa kali melakukan hal ini bersamanya, masih sama seperti yang lalu-lalu, menyenangkan. Aku selalu rindu menjelajah hal baru bersamamu.

Ekspedisi kedua, berhati-hatilah, rindu.

— Tulisan ini sengaja dibuat tidak sinkron antara judul dengan isi, hanya sekedar meluapkan pikiran random di pagi hari.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s