Kata Orang, ini Cinta

Dia tak kasat mata, namun terasa.

Auranya tenang, menyenangkan. Tak bisa sembarangan disentuh, sebab dia rapuh, mudah retak seumpama dikasari. Mesti lembut untuk bisa menyentuhnya. Seperti hati, dia juga perlu diuji. Sebab, itulah satu-satunya cara untuk mengetahui kesetiaanya. Apakah dia pudar, atau hanyut dimakan waktu. Kadang jarak, pihak kesekian, atau bahkan keimanan yang jadi pengujinya. Seumpama tak mampu, dia pudar. Jika tidak, maka dia akan bertambah-tambah gejolaknya, kekuatannya. Seringkali, karena terlampau lama tak bertatap mata, rindu yang berbicara. Dan, temu adalah penawarnya. Jika rindu dan jarak sudah padu menempanya, hanya doa yang bisa memeluknya. Sambil menunggu pertemuan keduanya datang. Dia yang asli adalah dia yang menggiring kepada kebaikan, bukan sebaliknya. Itulah dia, apa-apa yang kata orang disebut cinta. Cinta perlu diuji, cinta perlu ditempa, bukan dikasari. Setelahnya, bisa diketahui, apakah setia yang menjadi akhirnya, atau kesenjangan. Sebab, cinta tak sekedar ‘i love you’.

— Kampung halaman, bulan sembilan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s