Tujuan dan Konsekuensinya

“Ingat bro, jangan kau anggap sukses itu mudah.

Kau lihat orang-orang berdasi, dengan kharisma dan sahaja yang berpendar dari dirinya, dan segala kemudahan materi yang dia dapatkan saat ini, seperti jalan raya di pertengahan kota, mulus untuk melewatinya, begitu? Hah, kau tanya saja bagaimana dia mendapatkan semua ini. Jangan heran kalau dia akan bercerita panjang lebar tentang kehidupannya di masa lalu. Dan, mungkin kau akan bosan mendengar ceritanya, sebab dia akan menceritakan A sampai Z lika-liku hidupnya. Atau, kau malah semakin tertarik mendengarnya? Entahlah. Tidak ada yang mudah untuk mencapai tujuan, bro. Sebab sekali lagi aku tekankan, dibalik pilihanmu, selalu saja ada konsekuensi yang kamu harus jalani. Semudah apapun tujuanmu, selalu saja ada konsekuensinya. Begitu juga cinta. Kau memutuskan untuk mencintainya, misalnya. Bukan serta merta orang yang kau cintai itu akan menjawab cintamu hari itu juga. Boleh jadi dia akan mengajukan beberapa syarat untuk benar-benar membuatnya menjawab cintamu suatu saat nanti. Sampai dia benar-benar mengerti, apakah cintamu akan lapuk dimakan waktu, atau semakin bersinar membersamai waktu yang semakin habis. Yang jelas saat ini, kita fokus kepada perbaikan diri, melakukan yang terbaik apapun yang kita bisa kerjakan. Sambil menyelam minum air, begitu kata pepatah. Sambil menunggu, sambil kau memperbaiki diri, hingga Tuhan mencukupkan usahamu, kemampuanmu, kecakapanmu, mentalmu, dan kedewasaanmu untuk membersamainya kelak.”

— Di suatu pagi, ketika hati menasihati diri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s