Pengantar Penerbit, Sewindu

Menjalani kurun waktu delapan tahun perjalanan bukanlah jarak waktu yang sekejap mata. Dalam detik, menit dan jamnya berkumpul mozaik-mozaik peristiwa dengan bentuk warna yang berlainan, namun semua simetris menggenapi ruangnya, saling bersinergi bagai membentuk sebuah monumen abadi seorang insan.

Segenap deretan mozaik yang memancarkan warna nan kaya, kadang gelap, kadang terang seperti halnya episode hidup manusia yang tidak selalu terang dan indah, namun terkadang dipenuhi lorong gelap dengan lubang, lumpur, bahkan bebatuan. Di antaranya ada yang meninggalkan sebentuk catatan, hikmah, koreksi dan pelajaran sarat nilai untuk direnungi, dipikirkan atau ditelusuri jalan keluarnya dan menjadi pegangan untuk merengkuhi pijakan perjalanan selanjutnya.

Kurun waktu itu begitu ramai ditingkahi sulur-sulur asa, tawa, rindu, sayang dan bahagia, sedangkan di waktu yang lain sesak dibenami akar-akar tangis, jenuh, kecewa dan sedih. Itulah sebuah denyut dan detak kehidupan, yang senantiasa tak akan terburai sepanjang usia manusia.

Tasaro GK, dalam Sewindu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s