Congraduation

Adalah 30 Agustus 2014, menjadi hari yang sangat istimewa untuk saya.
Balairung Universitas Indonesia kala itu penuh sesak oleh ribuan mahasiswa baru, wisudawan dan para tamu undangan. Siang hari menjelang acara krusial dimulai, mereka telah menempati posisinya masing-masing. Mahasiswa baru menempati tribun atas balairung, para orang tua dan tamu undangan berada di sisi luar balairung, dan wisudawan berjejer duduk di tengah balairung.

Spesial rasanya, menjadi satu dari sekian ribu wisudawan yang telah menyandang gelar sesuai dengan keilmuan masing-masing. Seperti petani yang puas melihat padinya menguning. Begitu rasanya ketika toga telah terbalut di tubuh para mahasiswa yang diwisuda. Sepertinya lelah dari berjuang di masa yang lalu-lalu sekejap hilang. Kuliah dengan jam yang tidak teratur, bangun pagi melaksanakan aktivitas kampus dan pulang lagi malam hari, pontang-panting hanya untuk menyelesaikan tugas akhir. Lelah-lelah di masa-masa perkuliahan itu terganti oleh 30 Agustus 2014.

Yap, tiga tahun yang lalu, saya menempati tribun atas balairung sebagai mahasiswa baru Universitas Indonesia. Tiga tahun berikutnya, saya duduk sebagai wisudawan UI di balairung lantai satu. Ah, ternyata begini rasanya menjadi wisudawan. “Halo Ayah, halo Bunda, lihat sini, lihat ke dalam sini, anakmu sudah diwisuda.” Rasa-rasanya ingin berteriak seperti itu kepada ayah-bunda yang telah menunggui di luar sebagai tamu undangan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s