Perhiasan Dunia

Jika kamu burung, jangan menampakkan sayap indahmu di hadapan para pemburu liar di hutan. Jika kamu orang kaya yang memiliki sejumlah harta berkelimpahan, jangan pernah tampakkan hartamu di hadapan para pemburu harta haram. Jika kamu wanita, maka jangan pernah kamu tunjukkan ‘perhiasan’ mu bahkan ketika si pemburu ‘perhiasan’ sedang tidak menatapmu.

Sebuah pembuka yang membuat saya terkagum. Lagi-lagi, saya mengambil kata-kata ini dari sebuah acara televisi yang justru mengundang tawa, canda, namun memberi nilai moral di akhirnya. Ungkapan di atas merupakan sebuah ‘pecut’ untuk kita, terlebih untuk wanita. Lantas bagaimana bisa?

Dari ketiga kalimat di atas, jelas ketiganya menerangkan tentang bagaimana seseorang tidak dianjurkan untuk memamerkan kepunyaan dia. Seperti burung misalnya. Dengan memperlihatkan elok sayapnya yang indah, maka kemungkinan terbesar dia akan diburu oleh para pemburu burung hias. Sebab, dia telah menampakkan apa yang dia seharusnya tidak dia tampakkan sehingga menarik perhatian si pemburu untuk memburunya. Analoginya begitu.

Lantas yang kedua, seumpama manusia memiliki kelebihan harta, maka sebaiknya dia tidak memperlihatkan kelebihan hartanya ke muka umum. Sebab boleh jadi orang jahat di luar sana sudah lama mengincar perhiasan yang si orang kaya tersebut miliki sehingga si empunya perhiasan akan terancam keamanannya.

Poin ketiga, saya titik beratkan kepada wanita. Sebab, sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah wanita. Mengapa? Wanita dianugerahi sosok yang molek, indah, nyaman sekali dipandang. Parasnya yang menyenangkan dan perawakannya yang –maaf, aduhai– membuat setiap pasang mata lelaki selalu saja sulit untuk lepas dari keindahannya. Perlu diketahui, keindahan yang ada pada wanita justeru menjadi bumerang baginya. Di mata lelaki, seumpama si wanita selalu saja menunjukkan ‘perhiasan’ nya, bukan tidak mungkin lelaki akan berbuat jahat kepada si wanita tersebut. Maka, untuk mencegah hal itu terjadi, tutupilah ‘perhiasan’ mu dengan penutup yang sudah ditentukan. Jaga sampai ‘perhiasan’ itu benar-benar sudah boleh diperlihatkan kepada lelaki yang memang pantas melihatnya, bukan diumbar ke setiap lelaki di pinggiran jalan, pertokoan, lampu merah dan lain sebagainya. Wanita terlalu murah kalau hanya ditukar dengan hal remeh temeh seperti itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s