Selamat Membijaksana, Mami

Mami, empat puluh enam tahun yang lalu Tuhan menakdirkan sesosok bayi perempuan lahir ke dunia
Empat puluh enam tahun yang lalu, nenek bersusah payah menjaga dan membesarkan bayi perempuannya untuk tumbuh menjadi wanita kuat
Empat puluh enam tahun yang lalu, mami menyempurna

Mami, seumpama ada satu, dua, bahkan ribuan wanita yang sempurna berdiam di bumi ini, maka aku memilihmu menjadi wanita paling sempurna yang Tuhan pernah ciptakan. Tak peduli seberapa buruk –jika ada– penilaian orang banyak tentangmu.
Mami, seumpama mentari menyapa pagi hingga menjelang malam, menghidup-hidupi bumi dengan pancaran sinarnya, lantas tenggelam saat langit menggelap, dirimu tidak pernah tenggelam menghidup-hidupi keluarga kecil ini dengan cinta.
Mami, seumpama pelangi dengan ragam warnanya mampu membuat indah setiap pasang mata yang melihatnya. Ketahuilah, pelangi baru akan muncul di sela-sela langit yang menyendu setelah hujan itu turun. Maka mami, dirimu senantiasa mewarnai hati-hati kami meski boleh jadi hatimu sedang sendu.
Mami, seumpama rembulan terlihat indah sekali dikala purnama, coba mendekatlah. Maka rembulan tidak akan bulat sempurna, sesempurna kasihmu yang semakin lekat ketika aku jauh darimu.
Mami, seumpama bintang mampu menghiasi langit yang gelap gulita dengan kerlipnya di sepanjang malam, namun lihatlah, kerlipan bintang tidak akan pernah terlihat kala awan menutup-nutupi malam kala itu. Namun engkau mami, tetap mampu menyimpul senyum meski sederet masalah menimpali pundakmu.

Mami, se-renta apapun dirimu kelak, setidak berdaya apapun tubuhmu nantinya, aku berjanji akan selalu berusaha berada di sisimu, senantiasa membersamaimu mengisi hari-hari tuamu.
Mami, tidak peduli serendah apapun gajiku nanti, serendah apapun kedudukanku di tempat kerjaku kelak, aku akan selalu bersisian denganmu.
Apalah arti aku memiliki gaji yang besar, kedudukan yang tinggi di tempat kerjaku, sedang tidak ada satu anak pun yang mengantarmu berobat ke rumah sakit, biarlah aku yang mengantarmu, mami
Mami, selamat membijaksana, semoga Tuhan senantiasa merahmati setiap helaan napasmu, membekahi setiap jejak langkahmu, dan menjagamu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s