Cinta tak Berujung

Mohon maaf, mungkin aku terlalu larut dalam mencintaimu, mungkin aku terlalu berlebihan dalam mengagumi sosokmu sehingga sulit untuk aku menjauh bahkan terlepas dari bayang-bayangmu.

Seharusnya aku sama sekali tidak cemburu ketika ada lelaki yang mencoba-coba mendekatimu. Seharusnya aku bahagia karena pada akhirnya kamu menemukan seorang yang jauh lebih baik dariku. Aku tidak semestinya larut dalam kekecewaan seperti saat ini. Ah, mungkin aku terlalu bodoh, mungkin aku terlalu naif. Aku jelas-jelas paham bahkan sejak awal sangat mengerti bahwa kita sampai kapanpun tidak akan pernah bisa bersatu. Aku jelas-jelas mengerti bahwa kita berbeda. Meski banyak sekali persamaan di antara kita, tapi perbedaan yang sangat prinsip itu membuat kita sama-sama sulit menemukan benang merah dari apa-apa yang kita telah rajut berdua, dari kenangan yang lalu-lalu, harus berakhir semu. Cinta kita memang tidak ada ujungnya, meski sejauh apapun kita menapakinya bersama, ujung itu tidak akan pernah bisa kita temui, karena keyakinan kita yang berbeda.

— Ahsan, Cinta tak Berujung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s