Selamat Malam, Keduanya

Adalah mereka, orang-orang yang selalu saja mampu mengukir senyum di sela-sela keluh kesahku. Bukan tentang iming-iming uang segepok dan hal remeh temeh lainnya yang mereka tawarkan sehingga mampu menghidupkan kembali senyum simpul itu di bibirku, bukan.

Bukan juga tentang titel yang harus saya raih setinggi mungkin yang boleh jadi membuat saya merasa di atas langit nantinya. Pun tentang rumah mewah, mobil keren dan tetek bengek lainnya yang mereka harap dari seorang anak yang masih selalu saja berada di sela-sela bulu ketiaknya, belum bisa mandiri. Tapi tentang bagaimana saya mampu mengabdikan diri untuk keduanya, meski nantinya saya sudah memiliki segalanya. “Jangan lupakan kami, nak. Jadi anak yang nurut sama orang tua, itu saja cukup buat kami.” Begitu katanya.

— Bapak, Mami, selamat malam. Semoga Allah senantiasa menjaga dan meridhoi setiap hela napasmu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s