Kalah sebelum Berperang

Sobat, kamu tahu? Dulu, ketika kita masih menjadi mahasiswa –sebelum tingkat akhir– yang setiap harinya selalu saja mengenyam teori-teori dengan praktek yang hanya sekelumit, kamu beranggapan bahwa semester ini bakal menjadi masa-masa yang berat, bukan? Kita yang setiap pagi terbiasa bangun bersamaan dengan matahari yang sudah sedari pagi menampakkan batang hidungnya, hampir separuh badan terlihat, cahaya sinarnya sudah melebihi cahaya dari lampu neon, bukan? Di saat itu kita baru membuka mata yang belum sepenuhnya terbuka, berat sekali, seakan ada beban menggelantungi bulu matamu, kan? Namun seketika kehidupan berbalik. Kita dipaksa bangun bahkan sebelum adzan subuh berkumandang, lalu bergegas mandi, menyetrika baju yang belum terlalu kering,  mempersiapkan ini dan itu lalu lekas berangkat menuju stasiun yang dengan itu adalah satu-satunya akses menuju lahan praktik kita. Belum lagi di dalam kereta kita harus berdesakan dengan ribuan manusia yang sibuk memulai harinya mencari penghidupan, menyambung hidup, mengawali aktivitas. Kita sudah seperti buih yang terombang-ambing ditengah lautan manusia yang berjejal. Lalu sampai tempat stasiun –pemberhentian– berikutnya kita masih harus berjalan kaki menuju rumah sakit melewati kompleks perumahan warga yang kumuh, sempit dan jauh dari layak untuk ditempati. Nyatanya, sampai saat ini kita masih bertahan, kan? Kita masih utuh, bukan? Ayolah sobat, jangan berpikir yang tidak-tidak. Kita memang belum tahu bagaimana kita akan menjalani hidup di masa depan, bahkan untuk waktu dekat. Tapi kita juga tidak boleh menyerah begitu saja bahkan sebelum genderang perang ditabuh. Bagaimana kita akan memenangi pertarungan jika sebelum berperang saja kita sudah merasa kalah? Kamu tahu, kan? Tuhan tidak akan pernah sekalipun memberikan cobaan melebihi batas kemampuan mahluknya. Mengapa Dia memberikan kita jalan hidup yang seperti ini? Karena Dia yakin kita lebih dari mampu kalau hanya sekedar melewati ujian semacam ini. Let it flow saja lah, biarkan waktu perlahan mengalir, toh waktu juga kan yang bakal mengakhiri segala ujian ini?

— Pras, Cinta tak Berujung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s