Aku dan Kekuranganku

Aku, dengan semua kedinamisan ini, dengan semua janji-janji yang belum bisa aku pegang ini, dengan semua tekadku yang kadang berada di titik kulminasi, pun seringkali jatuh pada titik terendah, dengan semua ke-inkonsisten-an ini, dengan semua keragu-raguan ini. Masih mampu untuk menjadi seorang lelaki ideal? Yang bahkan menapaki jalan terjal pun masih terbata, yang bahkan menelusuri lorong gelap pun masih gemetaran, menentukan jalan hidup saja masih plin-plan. Sudah cukup matangkah aku yang sekarang ini menjalani hidup yang semakin hari semakin rumit. Bahkan untuk sekedar berjalan perlahan? Entahlah, iman ini masih terlalu sering berada pada tempat yang tidak menentu. Terkadang naik, namun seringkali jatuh. Terkadang bangkit, namun kerap kali tersungkur. Ah, aku muak dengan aku yang bahkan sampai saat ini masih menjadi budak malas, masih mendewakan ego dan masih belum mampu memprioritaskan segala sesuatu. Semoga ini belum akhir, semoga suatu saat mampu tetap berada pada jalur yang baik, yang mampu menjadi pemimpin meski hanya aku sendiri pengikutnya. Iya, pemimpin dari diri sendiri, semoga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s