Menepilah di hatinya, Rindu

Sejauh ini saya pikir ibu adalah sosok manusia paling tangguh di seantero jagat. Bagaimana tidak, siapa yang memunculkan orang-orang hebat kalau bukan dari rahim seorang ibu. Bahkan beliau dengan gagah rela bertaruh nyawa demi keselamatan bayinya, bukan? Tidak lagi harta atau hal remeh temeh lainnya yang dipertaruhkan. Siapa lagi orang yang tanpa pikir panjang mampu bertaruh dengan harga yang tiada tandingannya di dunia ini? Saya pikir manusia sekuat apapun, sehebat apapun, akan berpikir bahkan lebih dari dua kali untuk mempertaruhkan nyawanya. Lalu, siapa lagi yang rela menggendong bayinya sambil mengaduk sayur untuk makan malam, sarapan, atau makan siang kalau bukan ibu? Beliau lah sosok ‘Master of Multitasking’ terkeren di dunia.

Atas alasan tersebut dan beberapa alasan lain yang belum sempat saya sebutkan, saya berani mengambil kesimpulan bahwa sangat bodoh lah bagi seorang anak yang rela menyakiti atau mendurhakai atau bahkan membunuh ibu kandungnya sendiri sedang ibunya rela hidup-mati untuknya.

–Selamat pagi, Mami. Semoga selalu sehat, semoga selalu dalam lindungan-Nya. Allahu yubariik fik

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s