Quote

Air dan Sinar

Kita boleh jadi belum sempat menyapa, belum sempat bertemu, bahkan mungkin aku belum mengenal siapa kamu, pun demikian, kamu juga belum mengenal siapa sebenarnya aku. Masih menerawang. Membayangkan wajahmu pun sulit, bahkan sama sekali aku tidak temukan dalam ruang imajiner. Seperti apa rupamu, seperti apa sifatmu, seperti apa kemampuanmu dalam mengelola hidup. Masih abu-abu. Namun, bukankah langit dan bumi yang berjarak ribuan mil, disatukan oleh tetesan air hujan? atau wajah rembulan yang bulat sempurna mampu terlihat jelas pada genangan air yang tenang di lautan? padahal jarak mereka sulit dijangkau, kan? hanya pancaran sinar yang mampu mempertemukan mereka, kan?

Kita bahkan sampai saat ini belum tau, siapa ‘air’ dan siapa ‘sinar’ itu. Boleh jadi dia hidup, atau mati, atau berwujud lain. Yang jelas, keduanya sama-sama berperan menyatukan dua hati yang mungkin belum sama-sama mengerti, memahami, mengenal satu sama lain. Namun kehadirannya seketika mampu membuat hati kita menyatu, saling mengerti, saling memahami. Sudahlah, kita serahkan saja pada waktu, semua akan baik-baik saja, dan semua akan berakhir indah, bukan? – (HN)

Aku, Kamu, dan Penyatu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s