Iklan sirup di televisi, pertanda apa?

Sirup, suatu minuman yang manis, segar, dan lezat. Apalagi ketika disajikan dengan dicampur es batu dan diminum ketika cuaca yang panas, nikmatnya luar biasa. Sirup, apalagi yang sudah dicampuri es batu memiliki ‘sihir’ yang sangat hebat. Bukan hanya membuat dahaga yang merongrong tenggorokan hilang, tetapi efek candu yang bisa membuat si peminum ingin meminumnya lagi dan lagi. Tetapi hati-hati, ketika perut sudah sampai tahap maksimal, maka bukan tidak mungkin kenikmatan yang dirasakan sebelumnya berubah menjadi bencana.

Iya, makan atau minum pada hakikatnya tidak boleh berlebihan. Bahkan Nabi Muhammad pun melakukannya sebelum lapar dan berhenti ketika beliau hampir merasa kenyang (sebelum kenyang). Artinya, beliau melakukan hal tersebut secara pas, tanpa kekurangan dan tanpa berlebihan. Suatu kondisi yang proporsional untuk menjaga kesehatan tubuh.

Kembali ke sirup. Akhir-akhir ini, saya melihat iklan suatu produk minuman sirup mulai bertebaran di televisi. Melihat hal ini, saya langsung mengetahui apa yang ada di balik iklan tersebut, pasti akan terjadi sesuatu. Memang benar, pada tahun-tahun sebelumnya, ketika muncul fenomena ‘iklan’ ini, maka pertanda baik akan segera datang. Hal yang bisa dikatakan rutin untuk sebuah momentum. Iya, apalagi kalau bukan momentum Ramadan. Apresiasi yang besar saya berikan kepada si empunya iklan. Artinya, dengan munculnya iklan ini bisa dijadikan sebagai pengingat khususnya bagi umat muslim bahwa tamu yang ditunggu-tunggu akan datang. Namun, sangat disayangkan apabila dalam waktu dekat ini masih saja ada umat Islam yang belum mengetahui kedatangan bulan ramadan. Perlu ada pencerahan terkait hal ini agar seluruh lapisan masyarakat Islam minimal mengerti bahwa sebentar lagi puasa.

Dalam menyambut kedatangannya, adalah sesuatu yang kurang afdol kalau kita tidak mempersiapkan dengan baik, karena sesungguhnya bulan tersebut adalah ladang yang sangat sangat banyak sekali kebaikan di dalamnya. Lalu, apa saja yang harus dipersiapkan? Sebenarnya banyak, namun ada beberapa hal penting yang saya ingin sampaikan. Diantaranya adalah amalan-amalan harian, seperti sholat, sedekah, tilawah dan ibadah-ibadah harian lainnya. Iya, semua itu (minimal sebagian besar) harus sudah ada peningkatan. Tidak usah muluk-muluk dalam mencapai target, bertahap namun konkrit. Misalnya, sholat lima waktu yang biasanya hanya dilakukan di rumah mulai sekarang coba untuk dilakukan di masjid. Mulai dari maghrib saja, kita jalankan secara berjamaah, lalu meningkat ke sholat isya, dzuhur, ashar, subuh sehingga semua sholat bisa kita lakukan di masjid. Hal ini yang saya sedang coba lakukan. Begitu pula dengan amalan-amalan harian lainnya. Yang terpenting ada peningkatan ibadah dalam keseharian kita.

Perlu diketahui, dalam berpuasa ramadan ada sebagian orang yang melakukan puasa ‘balas dendam’. Maksudnya ketika waktu berbuka telah tiba, segala bentuk makanan yang telah tersaji tiba-tiba habis dalam waktu sekejap karena sudah tidak kuat menahan lapar (lapar perut ataupun lapar mata). Kebiasaan seperti ini  yang seharusnya tidak dilakukan oleh sebagian umat muslim. Rasulullah saja dalam berbuka hanya dengan memakan tiga buah kurma dan segelas air, tidak berlebihan. Oleh karena itu, sebagai umat Nabi Muhammad saw, sudah sepantasnya untuk mencontoh segala apa yang beliau lakukan, walau hanya kebiasaan yang (mungkin) dianggap sepele. Akhir kalam, semoga kita senantiasa menjadi umat Nabi Muhammad yang mengikuti sunnahnya dan tidak berlebihan dalam kehidupan sehari-hari.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s