Kamu (dulu) Anak Rohis, Masih Ada Bekasnya?

Assalamualaikum

apa kabar teman – teman (mantan) atau pun (yang masih) menjadi aktivis dakwah, sekedar saya ingin sharing mengenai kehidupan kampus. boleh kan ya?

jadi gini, pertama saya sampaikan pandangan saya mengenai apa itu kampus?

kampus itu adalah tempat dimana para siswa yang sudah bergelar maha sehingga disebut mahasiswa menuntut ilmu sesuai dengan jurusan atau program studi yang mereka minati atau pun pilih. iya, poin ini saya rasa hampir semua orang tau ya, yang menjadi titik soal buat saya ini adalah segala kehidupan tentang kampus (selain yang telah saya sebutkan tadi). kampus itu merupakan tempat yang heterogen, iya apa iya?

iya, kampus itu beda banget dengan masa SMA, apa bedanya? yang pasti sistem belajarnya, udah pasti pada tau kan ya? dan kembali ke heterogenitas dari kampus itu sendiri. kampus itu orang – orangnya berasal dari berbagai daerah dari seluruh penjuru Indonesia. iya apa iya?

dengan beragamnya asal daerah dari mereka, tentu dong budayanya juga pasti beragam. Selain itu, pasti pemikiran – pemikiran mereka terhadap sesuatu juga pasti berbeda (meski tidak sedikit juga yang sama). Saya ambil satu contoh saja, yaitu tentang pemahaman dan pengetahuan agama. Pemahaman terhadap hukum – hukum dan perintah agama, kerap kali menjadi suatu polemik, ada yang beranggapan inilah, itulah, yang pasti kita tidak bisa secara sepihak menyalahkan pendapat mereka meski tidak sama dengan pendapat kita. Kecuali kalau jelas – jelas mereka salah, ada baiknya kita meluruskan. Atau malah bahkan ada yang beranggapan bahwa tidak perlu dalam kehidupan itu disisipkan nilai – nilai agama.

Misalnya dalam hal sholat saja. Sudah sangat jelas sekali kan kalo Rasulullah menyuruh kita (para lelaki) untuk sholat berjamaah di masjid? Apa dalilnya? Sejujurnya saya kurang begitu hafal, mungkin google jauh lebih bisa diandalkan daripada saya kalo untuk urusan ini. Terus yang jadi pertanyaan kita nih, berapa kali kita dalam sehari sholat berjamaah? Terlebih lagi sholat berjamaah di masjid? Berapa rasio antara sholat berjamaah dengan sholat kita (yang dilakukan sendiri) dalam sehari?

Pertanyaan ini yang saya sendiri pun masih belum begitu berani menjawabnya. Kita itu pernah menjadi aktivis dakwah, atau mungkin ada yg masih menjadi aktivis dakwah di kampus sampai saat ini. Tapi apa kita bisa menjamin kalau kita sudah sepenuhnya menjalankan perintah sholat berjamaah di masjid ini secara konsisten setiap hari? Semoga dimudahkan.

Coba kita bersama – sama bayangkan, bagaimana nasib sholat mereka yang bahkan sama sekali belum pernah mendapat pendidikan tentang ini. Semoga segera terdidik.

Teman – teman yang hebat, memang tidak sedikit hal yang bisa dibilang tidak mudah dalam kita menyampaikan atau mencontohkan suatu kebaikan, tapi yakin aja kita pasti bisa.

Kita sama – sama perbaiki sholat kita, ibadah kita lainnya, insya Allah kebaikan yang kita contohkan ini bakal tertular ke lingkungan sekitar kita, biarlah Allah yang menentukan ‘kapan’ nya itu terjadi.

Kita dulu pernah menjadi bagian dari aktivis dakwah sekolah, masih ada bekasnya sampai saat ini?

Maaf, gaya menulis dan tata bahasa nya masih sangat jauh dari bagus atau sempurna, tapi semoga tulisan ini bermanfaat, saling mengingatkan.

Sekedar informasi, tulisan ini saya ambil dari catatan yang saya tulis di akun facebook saya 🙂

Wassalamualaikum. Sekian

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s