Holistik, Menyeluruh?

Assalamu’alaikum

Sore, sejenak saya ingin meluangkan waktu untuk membagi cerita dan pengalaman saya tentang apa yang baru saja saya alami. Iya, ini pengalaman yang saya pikir sangat menyakitkan, mungkin juga bagi para pembaca. Entah kenapa saya pernah berpikir saya ‘bukan termasuk orang yang beruntung’. Iya, terlintas hal yang seperti itu, pikiran yang sebenarnya menurut saya merupakan pikiran bagi orang-orang nista, pikiran bagi orang-orang yang tidak punya semangat hidup. Oke langsung saja simak cerita di bawah ini 😀

Kemarin, tepatnya tanggal 8 April 2013, saya menyelesaikan ujian mata kuliah Fisioterapi Anak (FT A). Perlu diketahui mata kuliah ini merupakan matkul (red: mata kuliah) yang tersulit yang ada di dunia perfisioterapian menurut saya, kenapa? karena matkul ini berhubungan dengan anak. Iya, fisioterapi itu ilmu yang berhubungan dengan otot, gerak, dan kemampuan fungsional manusia. Jadi, ketika seorang fisioterapis menghadapi pasien anak, dia harus memutar otak bagaimana cara membuat anak tersebut tertarik padanya sehingga tidak takut, atau menangis. Hal inilah yang membuat otot-otot anak tersebut menjadi kaku sehingga sulit untuk dilakukan intervensi fisioterapi. Beruntungnya, pada ujian saya kali ini, pasien yang saya hadapi bukanlah seorang anak yang masih mudah menangis, tidak lain adalah teman saya sendiri. Oke, satu masalah terselesaikan. Tapi yang jadi masalah lain adalah kasus yang diberikan pada ujian ini adalah kasus yang saya tidak pelajari lebih intens dari kasus lainnya. Saya mendapatkan kasus yaitu DMP (Dystrophy Muscular Progresive). Untuk lebih jelasnya bisa lihat disini atau disini. Iya, kasus ini adalah kasus yang paling aku tidak mengerti diantara kasus-kasus yang pernah aku pelajari dari dosen saat memberikan kuliah di kelas. Hal tersebut disebabkan karena aku bolos pelajaran ketika kelas DMP tersebut, hehe. Alih-alih ingin memaksimalkan jatah bolos kuliah, malah tidak pas timingnya. Selain itu, teman-teman yang sudah ujian praktek FT A ini juga jarang yang mendapatkan kasus DMP, maka dari itu saya berkesimpulan bahwa kasus ini tidak akan diujikan dalam praktek.

Iya, namanya nasib, keberuntungan dan semacamnya memang siapa yang tau? Perkiraan ku salah telak, bisa ditebak bahwa hasil ujian praktek ku sangat-sangat tidak sesuai dengan ekspektasi. Aku gelagapan menjawab pertanyaan dari dosen dan hanya ngasal dalam mempraktekan intervensi fisioterapi pada kasus ini. Seusainya dari ruang praktek, aku down, merasa gagal dan percuma atas apa yang selama ini aku pelajari, maka dari itu saya sudah bilang di awal bahwa saya merasa seperti orang yang putus asa, tidak punya semangat hidup. Bukan karena saya terhimpit masalah ekonomi, tapi karena saya gagal, sekali lagi, gagal dalam menjalankan tugas saya sebagai mahasiswa, dan sebagai anak yang dipercaya oleh orang tua. Iya, setidaknya aku menyadari ada beberapa hal yang aku dapat ambil pelajaran dari semua ini. Diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Dalam mempelajari sesuatu kita dituntut untuk holistik, menyeluruh, bukan setengah-setengah. Karena tidak akan maksimal kerja suatu kaum kalau hanya dilakukan dengan niat dan perbuatan yang setengah-setengah.
  2. Jangan meremehkan segala sesuatu, karena sesuatu yang kita anggap tidak mungkin, bisa saja terjadi, seperti kasus saya tadi.
  3. Hidup ini terlalu sia-sia kalau hanya dilewati dengan hal yang tidak berguna, seperti tindakan bodoh yang sudah saya lakukan tadi, bolos pelajaran.
  4. Kepercayaan itu sulit didapat, apalagi dikembalikan, ketika kepercayaan orang lain terhadap kita sudah luntur, maka sulit untuk kita mengembalikan kepercayaan tersebut. Terlebih ketika orang tua yang memberikan kepercayaan kepada anaknya.

Dari situ akhirnya saya mulai serius dalam mendalami FT A, selalu saya usahakan rajin dalam mencatat apapun yang dosen sampaikan, karena aku tidak mau orang tua kesusahan karena tindakan ku. Sekian

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s