Maaf, mungkin aku melukaimu :)

Sebelum aku menuliskan lebih lanjut mengenai tulisan ini, yang paling pertama aku sampaikan adalah berjuta terima kasih atas segala pemberian yang aku sendiri tidak pernah menyangka akan mendapatkannya, terlebih dari seseorang yang aku sendiri pun tidak pernah menemuinya. sampai sekarang aku masih bingung, apa latar belakangmu memberikan (hadiah) ini kepada ku selain ketertarikanmu (padaku) –mungkin– 😀

Iya, aku mengerti setiap manusia memiliki rasa yang manusiawi, rasa dimana seseorang tertarik kepada lawan jenis, entah dari aspek penampilan, sifat, rupa, atau segala macam aspek yang ada pada orang yang dikaguminya. Sehingga kalau sudah sampai tingkat yang sangat ekstrim, bukan tidak mungkin rasa ingin memiliki itu perlahan muncul.

Rasa yang seperti inilah yang pada hakikatnya tidak boleh dimiliki pada jiwa seseorang. Namun yang terjadi saat ini berbeda. Justru fenomena seseorang saling terikat dengan lawan jenis tanpa ikatan yang halal marak terjadi, terlebih di kalangan remaja. Padahal jelas-jelas hal yang seperti ini tidak diperbolehkan dalam agama, agama Islam tentunya. Karena mengapa? Karena perbuatan yang seperti ini pada umumnya menjurus ke arah kemaksiatan, mungkin mulai dari sesuatu yang kecil saja. Misal komunikasi jarak jauh. Contohnya bisa melalui e-mail, SMS, chatting, atau hal-hal sejenisnya. Hal-hal yang seperti ini sebenarnya boleh saja dilakukan asal tidak ada sengatan rasa suka. Kalau tidak ada perasaan itu sih nggak masalah, tapi bukankah syaitan menggoda manusia melalui sisi mana saja yang dia sukai? Mungkin awalnya biasa saja, tapi seiring bergilirnya waktu, rasa yang biasa saja itu bisa berubah menjadi rasa yang seperti saya jelaskan tadi, respek, simpati, suka, kagum, hingga akhirnya rasa ingin memiliki satu sama lain. Iya, mulai dari SMS atau chatting atau sejenisnya, berlanjut ke pertemuan yang modusnya adalah menjalin silaturahmi, semakin intens pertemuan dan komunikasi antar keduanya, semakin ada kemungkinan muncul rasa suka sama suka, dan yang terlebih parah lagi pacaran. Kemudian dari pacaran itu bisa saja menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, coba jabarkan sendiri ya 😀

Iya, aku takut ketika perasaan yang seperti ini benar-benar telah ada dalam benakku. Sulit untuk melepaskan virus yang menjerat ini. Mengapa aku bisa berkata demikian? Karena aku pernah punya pengalaman yang serupa, pengalaman ini rasanya agak kurang pas kalau aku jelaskan disini. Biar aku, Allah, dan orang yang bersangkutan saja yang mengetahui tentang ini. Aku juga pernah menciderai perasaan seorang wanita karena aku kurang bisa membaca sinyal bahwa dia benar-benar suka kepadaku sampai akhirnya dia memunculkan rasa kalut yang sulit untuk dideskripsikan, dari situlah aku mulai mengetahui bahwa dia benar-benar respek dengan apa yang ada dalam diriku. Harapan dia terhadapku besar, sehingga aku mengerti betul perasaan dia waktu itu, berharap besar dan kemudian jatuh. Ini yang aku tidak mau terjadi pada siapa pun, termasuk diriku sendiri. Iya, harapan itu boleh saja ada, tapi jangan jadikan harapan itu sebagai ambisi untuk mendapatkan sesuatu, dan itu aku terapkan ke dalam kehidupanku sehari-hari.

Kembali ke masalah suka, respek, kagum, atau perasaan ingin memiliki. Setelah aku mempelajari hal ini dalam waktu yang tidak bisa dibilang sebentar, aku mulai bisa mengetahui bagaimana cara menghadapi rasa ini ketika ini muncul dalam diriku. Iya, mencintainya dalam diam sambil memperbaiki diri untuk benar-benar bisa disandingkan dengan seseorang yang ingin dimiliki ketika waktunya benar-benar tiba. Sekali lagi, janganlah kita terlalu menunjukkan bahwa kita respek atau suka terhadap seseorang, cukup kita cantumkan namanya dalam lantunan do’a seusai sholat, kemudian diiringi dengan perbaikan sikap kita. Bukankah Allah telah menakdirkan orang baik akan berpasangan dengan orang baik juga? Dan orang yang tidak baik akan dipasangkan dengan orang yang tidak baik? Iya, percaya saja dengan janji-Nya, Aku takut dirimu merasakan hal yang sama. Semoga ini bisa memberikan jawaban atas kekakuan ku kepadamu selama ini. Semoga 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Maaf, mungkin aku melukaimu :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s