Revisi : Haruskah aku tetap merindu mu, meski hanya dalam angan?

Assalamu’alaikum

Semangat malam, kali ini saya mau ngeshare tentang tulisan yang pernah saya tuliskan sebagai catatan di facebook. iya, meskipun tulisan ini udah lama dibuat, tapi saya rasa ini masih menjadi tulisan yang menarik untuk dipublish di blog saya yang masih sepi ini. yah itung – itung buat menuh – menuhin isi blog juga sih, hehe

Oke, langsung aja ya, ini tulisan yang menurut saya pribadi sempat ngebuat galau sejenak dan kangen dengan sosok yang ada di tulisan ini, entah ini namanya puisi atau apa, yang penting nulis, hehe

Sungguh, mungkin tak pantas aku melakukan ini
Mungkin juga tuhan melarangku untuk hal ini
Tapi aku hanya ingin sejenak berangan tentang sobatku dalam mimpi, sebentar saja

Sobat, salam rindu dariku disini
Aku mengerti, sangat mengerti bahwa ini yang terbaik buat kita
Tuhan merangkul mu, dan membawa mu ke istana Nya lebih dulu daripadaku
Pasti Dia punya tujuan yang lebih indah akan semua itu
Meskipun aku tak tau persis apa itu, tapi aku meyakininya

Sobat, setiap engkau hadir dalam pikirku, entah bagaimanapun rupamu
Karna pada saat itu akupun belum tau banyak tentang mu
Ada rasa yang terkadang membuat ku rindu, bahkan iri

Tak jarang aku berangan tentang keberadaan mu di dunia
Kita tertawa bersama, susah, senang, begitu seterusnya
Merangkai kehidupan yang tak pernah aku bayangkan sedikit pun

Kau tau sobat, ada seorang temanku yang sama seperti kita, iya kembar, tapi mereka berbeda sekolah, dan kau tau apa yang mereka lakukan?
Iya, mereka bertukar sekolah
Dan akupun berpikir begitu, andai kau di sini, mungkin kita juga akan melakukan hal yang sma, bahkan (mungkin) lebih dari itu

Tapi sekali lagi aku tegaskan, itu tidak akan pernah terjadi
Ah, khayalan ku terlalu tinggi tentang mu
Semoga tuhan mempertemukan kita suatu hari nanti, entah kapan pun itu

Iya, tulisan di atas bercerita tentang sesosok anak yang kehilangan saudara kembarnya pada saat mereka masih bayi. Hal ini bisa kita lihat dari kutipan “entah bagaimanapun rupamu”. Sekedar informasi aja, saya sebenernya anak kembar, tapi sesuai dengan tulisan di atas yang menerangkan bahwa saya menjadi anak kembar cuma dalam waktu yang singkat. Iya, yang nulis tulisan itu tidak lain adalah saya sendiri.

Sekedar ingin berbagi cerita mengenai kehidupan kami berdua, ini saya ambil dari sumber yang insya Allah bisa dipercaya, ibu saya, hehe

Ceritanya dulu waktu ibu melahirkan kami, seperti biasa, beliau mengalami sakit perut yang hebat. Saya tau itu merupakan pertanda bahwa kami mau dipublikasikan ke muka bumi (ceileee bahasanya publikasikan ke muka bumi). Iya, terus beliau dibawa ke bidan (yang saya juga lupa di bidan mana) buat ngeluarin kami. Setelah beberapa lama, Alhamdulillah kami keluar dengan selamat (bukan selamat nama orang loh ya). Saya waktu itu beratnya cuma 15 ons, sedangkan kembaran saya cuma 13 ons (kalo nggak salah). Yasudah, setelah itu kami menjalani hari – hari layaknya bayi pada umumnya. Tapi selang beberapa jam, ada yang aneh nih, kembaran saya (sebut saja Husein) tetiba nggak bisa minum ASI dengan normal, bahkan menurut cerita bapak saya, dia enggak bisa minum ASI melalui mulut sama sekali. Akhirnya dokter memberikan asupan ASI melalui selang.

Hari ke hari kondisi Husein semakin memburuk, udah dikasih ASI lewat selang, berat badannya abnormal, terus lahirnya prematur, saya makin kasihan membayangkan kondisinya dia waktu itu. Akhirnya setelah lima hari berselang, Allah mengambil Husein lebih dulu daripada saya. Mungkin Allah nggak tega ngeliat kondisi Husein waktu itu. Yah, positif thinking aja lah, hehe

Kadang, saya mikir, kenapa Allah malah membiarkan saya hidup daripada Husein, apa karena Allah yakin kalau saya bisa survive atau apa ya, hehe

Wallahua’lam, yang jelas, Allah masih sayang sama kami berdua, pasti, hehe

Sekian tulisan malam ini, semoga keberkahan selalu membersamai kita, Aaamiin.

Salam Semangat…!!!

Wassalamu’alaikum

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s